RSS

memberi maaf


Sikap pemaaf dan mau memaafkan merupakan sifat yang mulia. Apabila seseorang menyandang akhlak agung ini, pastilah dicintai oleh hati banyak manusia. Siapapun kita, bagaimana pun keadaan kita pasti pernah melakukan kesalahan dan ingin orang lain menerima permintaan maaf kita. Karena itu dalam sebuah hadist disebutkan :

“Barangsiapa memaafkan seorang muslim, niscaya Allah memaafkan kesalahannya” (H.R. Abu Dawud)

Terlebih orang-orang yang memiliki kedudukan dan orang terhormat yang tidak dikenal sebagai orang jahat, mereka itu lebih pantas untuk dimaafkan. Janganlah kita besikap kasar terhadap mereka. Sebab rasul telah memerintahkan kepada kita supaya memaafkan kesalahannya, berdasarkan sabda beliau :

“Maafkanlah kesalahan-kesalahan orang-orang yang bekedudukan, kecuali yang terkait dengan hukum hudud” (H.R. Abu Dawud)

Kesempuranaan sangatlah jarang ditemukan. Sudah cukup bagimu jika mendapati saudaramu memiliki banyak kesempurnaan. Sebagaimana dikatakan oleh Abu Darda’ “menegur saudara lebih baik daripada kehilangannya. Mana ada saudaramu yang memenuhi semua keinginanmu?”

Al-Allamah Ibnu Al-Jauziyyah berkata, “bila ada orang berbuat jahat kepadamu, kemudian datang meminta maaf atas perlakuan jahatnya, maka sifat tawadhuk mengharuskanmu untuk menerima permintaan maafnya-entah ia serius atau tidak-sambil menyerahkan urusan batinnya kepada Allah. Karena di antara tanda kepemurahan dan ketawadhukan adalah apabila engkau melihat kekeliruan dalam alasannya, engkau tidak memotong ucapan dan mendebatkannya, akan tetapi katakan, ”Bisa jadi persoalannya seperti yang kau katakan”.

Terimalah permintaan maaf orang yang meminta maaf kepadamu, tak peduli, benarkah yang dikatakannya dihadapanmu, siapa yang secara lahir berusaha menyenangkanmu, berarti telah menaatimu, dan barang siapa yang melanggar perintahmu dengan sembunyi-sembunyi, berarti ia menghormatimu”.

Wallahu a’lam bis shawab……

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

halo... whatz up?